Beberapa Hal Yang Wajib Diketahui Tentang I’tikaf

Informasi

Jangan Salah, Ini 6 Adab dalam Beri'tikaf yang Wajib Kamu Ketahui

I’tikaf menurut bahasa memiliki arti menepati sesuatu dan menahan diri supaya senantiasa tetap berada padaNya, baik itu dalam hal kebajikan atau keburukan. Sedangkan menurut syara, I’tikaf memiliki arti menetapnya seorang muslim didalam sebuah masjid untuk melakukan ketaatan dan beribadah kepada Allah Ta’ala. 

Para ulama sudah sepakat jika I’tikaf hukumnya sunnah, karena Rasulullah SAW senantiasa melakukannya setiap tahun untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon pahala padaNya. Terlebih pada hari hari di bulan Ramdhan dan lebih khusus saat sudah memasuki sepuluh hari terakhir di bulan yang suci ini. Demikian tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. 

Berikut dibawah ini beberapa hal yang wajib diketahui tentang I’tikaf diantaranya yaitu : 

  • Yang Wajib Beri’tikaf

Sebagaimana dimaklumi jika Hukum I’tikaf itu adalah sunnah, terkecuali bagi orang yang bernazar untuk melakukannya, maka hukumnya menjadi wajib untuk dirinya menunaikan nadzarnya tersebut. Hal ini sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam hadis Umar bin Khaththab RA yang diriwayatkan imam al Bukhari dan Muslim. Dikatakan jika Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan I’tikaf semenjak beliau berada di Madinah hingga akhir hayatnya. 

  • Tempat I’tikaf

Tempat untuk melakukan I’tikaf itu di setiap masjid yang didalamnya ada kaum laki laki yang melaksanakan shalat berjamaah. Orang yang beri’tikaf di hari Jum’at disunnahkan untuk melakukan I’tikaf di masjid yang digunakan untuk shalat Jum’at. Tetapi jika dirinya beri’tikaf di masjid yang hanya digunakannya untuk melaksanakan shalat berjamaah lima waktu saja, maka hendaknya dirinya keluar dari masjid tersebut hanya untuk sekedar shalat Jumat saja (jika waktunya sudah tiba), setelah itu kembali lagi ke masjid tempat beri’tikaf semula. 

  • Waktu I’tikaf 

Lalu kapan waktu yang tepat untuk I’tikaf? I’tikaf disunnahkan dilakukan kapan saja di sembarang waktu. Oleh karena itu diperbolehkan bagi setiap muslim untuk memilih kapan waktu yang paling tepat untuk dirinya memulai I’tikaf dan kapan mengakhirinya. Tetapi yang paling utama adalah melakukan I’tikaf di bulan suci Ramdhan, terlebih pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Inilah waktu yang paling baik untuk beri’tikaf sebagaimana yang sudah diriwayatkan didalam sebuah hadits shahih, yang artinya “Bahwasanya Nabi SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya. Setelah itu para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau”. (HR. Al Bukhari dan Muslim dari A’isyah RA). 

  • Sunnah Sunnah Bagi Orang Yang Beri’tikaf 

Disunnahkan bagi mereka para mu’takif untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan sebaik baiknya untuk berdzikir, membaca Al Quran, mengerjakan shalat sunnah, terkecuali pada waktu waktu yang dilarang, dan harus memperbanyak tafakur tentang keadaannya yang sudah lalu, hari ini dan masa mendatang. Mereka juga harus banyak merenung tentang hakikat kehidupan di dunia dan kehidupannya kelak di akhirat. 

  • Hal Hal Yang Harus Dihindari Mu’takif

Orang yang sedang beri’tikaf hendaknya menghindari hal hal yang tidak bermanfaat seperti banyak bergurau, dan banyak mengobrol yang tidak berguna sehingga menganggu konsentrasi pelaksanaan I’tikaf. Karena tujuan melakukan I’tikaf adalah untuk mendapatkan keutamaan dan bukan menyibukkan diri dengan hal hal yang tidak disunnahkan. Karena ada sebagian orang yang beri’tikaf tetapi dengan meninggalkan tugas dan kewajibannya. Hal ini pastinya tidak dapat dibenarkan karena sungguh tidak proporsional seseorang yang meninggalkan kewajibannya hanya untuk melakukan sesuatu yang sunnah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *